Rumah Masa Depan

Rumah Masa Depan
Rumah Tempat Berteduh

Sabtu, 23 Maret 2013

BUKU TEKNIK SIPIL

A.Pendahuluan
Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan pembangunan gedung dan
perumahan, diperlukan suatu sarana dasar perhitungan harga satuan yaitu Analisa Biaya
Konstruksi disingkat ABK. Analisa biaya konstruksi yang selama ini dikenal yaitu analisa
BOW (Burglisjke Openbare Werken) 28 Pebruari 1921, No. 5372 A, perlu diadakan
perbaikan atau revisi. Ditinjau dari perkembangan industri konstruksi saat ini, analisa
tersebut belum memuat pengerjaan beberapa jenis bahan bangunan yang ditemukan
dipasaran bahan bangunan dan konstruksi dewasa ini. Untuk ini Pusat Penelitian dan
Pengembangan Permukiman pada tahun 1987 sampai tahun 1991 melakukan penelitian
untuk mengembangkan analisa tersebut diatas.
Pendekatan penelitian yang dilakukan yaitu melalui pengumpulan data sekunder berupa
analisa biaya yang dipakai oleh beberapa kontraktor dalam menghitung harga satuan
pekerjaan. Disamping itu dilakukan pula pengumpulan data primer, melalui penelitian
dilapangan pada proyek-proyek pembangunan perumahan. Data primer yang diperoleh
dipakai sebagai pembanding (cross-check) terhadap kesimpulan data sekunder yang
diperoleh. Kegiatan tersebut diatas telah menghasilkan produk analisa biaya konstruksi yang
telah dikukuhkan sebagai Standar Nasional Indonesia/SNI pada tahun 1991-1992, namun
hanya untuk perumahan sederhana.
Agar lebih memperluas sasaran analisa biaya konstruksi ini, maka SNI Tata Cara
perhitungan harga satuan pekerjaan persiapan tersebut diatas pada tahun 2001 dikaji
kembali untuk disempurnakan dengan sasaran lebih luas yaitu bangunan gedung dan
perumahan, sehingga judul standar ini adalah Analisa Biaya Konstruksi Bangunan Gedung
dan Perumahan.

          Analisa biaya konstruksi (ABK) bangunan gedung dan
perumahan pekerjaan persiapan
1. Ruang Lingkup
Standar ini mencakup ruang lingkup, acuan, istilah dan definisi, persyaratan, contoh
pengisian, dan analisa biaya konstruksi pekerjaan persiapan. Tata cara perhitungan harga
satuan perkerjaan disusun sebagai acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana
pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan berbagai
pekerjaan untuk bangunan gedung dan perumahan. Jenis pekerjaan yang dicakup meliputi :
1. Pekerjaan pembuatan pondasi batu kali, dalam berbagai komposisi spesi
2. Pemasangan anstamping/batu kosong
3. Pembuatan pondasi sumuran
4. Pembuatan tiang pancang.
Pelaksana pembangunan gedung dan perumahan yang dimaksudkan adalah pihak-pihak
yang terkait dalam Pembangunan Gedung dan Perumahan yaitu para perencana, konsultan,
kontraktor maupun perseorangan dalam memperkirakan biaya bangunan.
Tata cara perhitungan ini, memuat indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang
dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan yang
bersangkutan.
2. Acuan normatif
Tata cara ini disusun merujuk kepada hasil pengkajian dari beberapa analisa pekerjaan yang
telah diaplikasikan oleh beberapa kontraktor dengan pembanding adalah analisa BOW 1921
dan penelitian analisa biaya konstruksi yang dilakukan oleh Pusat Penelitian dan
Pengembangan Permukiman pada tahun 1988 sampai dengan 1993.
Tata cara ini merujuk pula kepada beberapa SNI Analisa Biaya Konstruksi antara lain :
SNI 03-2445-1991, Spesipikasi kayu gergajian untuk bangunan rumah dan gedung
SNI 03-2353-1987, Spesifikasi kayu awet untuk perumahan dan gedung
SNI 03-6861.1-2002, Spesifikasi bahan bangunan bagian A (Bahan bangunan bukan logam)
SNI 03-6861.2-2002, Spesifikasi bahan bangunan bagian B (Bahan bangunan dari besi/baja)


SNI 03-6861.3-2002, Spesifikasi bahan bangunan bagian C (Bahan bangunan dari logam
bukan besi)
SNI 03-2408-1991, Tata cari pengecatan logam
SNI 03-2495-1991, Spesifikasi bahan tambahan untuk beton
SNI 03-6862-2002, Spesifikasi peralatan pemasangan dinding bata dan plesteran
SNI 03-1726-1989, Tata cara perencanaan ketahan gempa untuk rumah dan gedung
SNI 03-2410-1991, Tata cara pengecatan dinding tembok dengan cat emulsi
3. Istilah dan definisi
3.1
analisa biaya konstruksi
cara perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi, yang dijabarkan dalam perkalian indeks
bahan bangunan dan upah kerja dengan harga bahan bangunan dan standar pengupahan
pekerja, untuk menyelesaikan per-satuan pekerjaan konstruksi
3.2
harga satuan pekerjaan
harga yang harus dibayar untuk menyelesaikan satu jenis pekerjaan/konstruksi
3.3
harga satuan bahan
harga yang harus dibayar untuk membeli per-satuan jenis bahan bangunan
3.4
satuan pekerjaan
Satuan jenis kegiatan konstruksi bangunan yang dinyatakan dalam satuan panjang, luas,
volume dan unit
3.5
Indeks
faktor pengali/koefisien sebagai dasar perhitungan biaya bahan dan upah kerja
3.6
Indeks bahan


Indeks kuantum yang menunjukan kebutuhan bahan bangunan untuk satuan jenis
pekerjaan
3.7
indeks tenaga kerja
indeks kuantum yang menunjukan kebutuhan waktu untuk mengerjakan setiap satuan jenis
pekerjaan
3.8
bangunan gedung dan perumahan
bangunan yang berfungsi untuk menampung kegiatan kehidupan bermasyarakat
4. Persyaratan
4.1. Persyaratan Umum
Persyaratan umum dalam perhitungan harga satuan sebagai berikut :
a) perhitungan harga satuan pekerjaan berlaku untuk seluruh Indonesia, berdasarkan
harga bahan dan upah kerja sesuai dengan kondisi setempat;
b) spesifikasi dan cara pengerjaan setiap jenis pekerjaan disesuaikan dengan standar
spesifikasi teknis pekerjaan yang telah dibakukan.
4.2. Non teknis.
Persyaratan non teknis dalam perhitungan harga satuan pekerjaan sebagai berikut :
a) pelaksanaan perhitungan satuan pekerjaan harus didasarkan kepada gambar teknis
dan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS).
b) perhitungan indeks bahan telah ditambahkan toleransi sebesar 15%-20%, dimana
didalamnya termasuk angka susut, yang besarnya tergantung dari jenis bahan dan
komposisi adukan, termasuk biaya langsung dan tidak langsung;
c) jam kerja efektif untuk para pekerja diperhitungkan 5 jam per-hari.
5. Contoh pengisian
5.1 1 m³ Pasang pondasi batu kali, 1 Pc : 5 Ps
5.1.1 Bahan
- Batu belah 15/20 1,100 m³ X Rp. 40-.000,- = Rp. 44.000,-
- Semen portland 136.000 Kg X Rp. 400,- = Rp. 54.400,-
- Pasir pasang 0,544 m³ X Rp. 45.000,- = Rp. 24.480,-
Jumlah (I) = Rp. 122.880,-
5.1.2 Tenaga
- Pekerja 1.500 HO X Rp. 15-.000,- = Rp. 22.500,-
- Tenaga batu 0,600 HO X Rp. 20.000,- = Rp. 12.000,-
- Kepala tukang 0.060 HO X Rp. 25.000,- = Rp. 1.500,-
- Mandor 0,075 HO X Rp. 30.000,- = Rp. 2.250,-
Jumlah (2) = Rp. 38.250,-
Jumlah (I)+(2) = Rp. 161.130,-
6. Analisa biaya konstruksi pekerjaan persiapan
6.1 1 m³ Pagar sementara dari kayu tinggi 2 meter
6.1.1 Bahan
- Dolken kayu diameter 8-10/400 cm 1.250 batang
- Semen portland 5.500 kg
- Pasir beton 0,005 M³
- Koral beton 0,009 M³
- Kayu 5/7 0,072 M³
- Paku biasa 2 inci – 5 inci 0,060 Kg
- Residu 0,400 liter
6.1.2 Tenaga
- Tukang kayu 0,200
- Pekerja 0,400
- Kepala tukang 0,020
- Mandor 0,020
6.2 1 m³ pagar sementara dari seng gelombang tinggi 2 meter
6.2.1 Bahan
- Dolken kayu diameter 8-10/400 cm 1,250 batang
- Semen portland 2,500 kg
- Seng gelombang 3 inci – 5 inci 1,200 Lembar
- Pasir beton 0,005 m³
- Koral beton 0,009 m³
- Kayu 5/7 0,072 m³
- Paku biasa 2 inci – 5 inci 0,060 Kg
- Meni besi 0,450 liter
6.2.2 Tenaga
- Tukang kayu 0,200
- Pekerja 0,400
- Kepala tukang 0,020
- Mandor 0,020
6.3 1 m³ pagar sementara dari kawat duri tinggi 1,8 meter
6.3.1 Bahan
- Dolken kayu diameter 8-10/400 cm 1,250 batang
- Semen portland 2,000 Kg
- Kawat duri 25,000 Kg
- Pasir beton 0,005 M³
- Koral beton 0,009 M³
- Paku biasa 2 inci – 5 inci 0,060 Kg
6.3.2 Tenaga
- Tukang kayu 0,200
- Pekerja 0,300
- Kepala tukang 0,020
- Mandor 0,020
6.4 1 m³ pengukuran dan pemasangan bouwplank
6.4.1 Bahan
- Kayu 5/7 0,012 M³
- Paku biasa 2 inci – 5 inci 0,020 Kg
- Kayu papan 3/20 0,007 M³
6.4.2 Tenaga
- Tukang kayu 0,100
- Pekerja 0,100
- Kepala tukang 0,010
- Mandor 0,005
6.5 1 m2 pembuatan kantor sementara
6.5.1 Bahan
- Dolken kayu diameter 8-10/400 cm 1,250 batang
- Kayu 0,180 M³
- Kayu biasa 0,850 Kg
- Besi strip 1,100 Kg
- Semen Portland 35,000 Kg
- Pasir pasang 0,150 M³
- Pasir beton 0,100 M³
- Koral beton 0,150 M³
- Bata merah 30,000 buah
- Seng plat 0,250 Lembar
- Jendela nako 0,200 Buah
- Kaca polos 0,080 M³
- Kunci tanam 0,150 Buah
- Plywood 4 mm 0,060 Lembar
6.5.2 Tenaga
- Tukang kayu 2,000
- Pekerja 1,000
- Kepala tukang 0,300
- Mandor 0,050
6.6 1 m2 pembuatan gudang semen dan alat-alat
6.6.1 Bahan
- Dolken Kayu diameter 8-10/400 cm 1700 batang
- Kayu 0,210 M3
- Paku biasa 0,300 Kg
- Semen Portland 10.500 Kg
- Pasir beton 0,030 M3
- Koral beton 0,050 M3
- Seng gelombang bwg 32 1,500 lembar
6.6.2 Tenaga
- Tukang kayu 2,000
- Pekerja 1,000
- Kepala tukang 0,200
- Mandor 0,050
6.7 1 m2 Pembuatan rumah jaga/konstruksi kayu
6.7.1 Bahan
- Dolken Kayu diameter 8-10/400 cm 3,000 batang
- Kayu 0,276 M3
- Paku biasa 0,700 Kg
- Seng gelombang bwg 32 1,500 lembar
6.7.2 Tenaga
- Tukang kayu 1,500
- Pekerja 1,000
- Kepala tukang 0,150
- Mandor 0,050
6.8 1 m2 membersihkan lapangan dan peralatan
6.8.1 Tenaga
- Pekerja 0,100
- Mandor 0,005
6.9 1 m² pembuatan bedeng buruh
6.9.1 Bahan
- Dolken kayu diameter 8-10/400 cm 1,250 batang
- Kayu 0,186 M³
- Kayu biasa 0,300 Kg
- Semen Portland 18,000 Kg
- Pasir beton 0,030 M³
- Koral beton 0,050 M³
- Seng gelombang bwg 32 1.500 Lembar
- Plywood 4 mm 1.500 Lembar
6.9.1 Tenaga
- Tukang kayu 2,000
- Pekerja 1,000
- Kepala tukang 0,200
- Mandor 0,050
6.10 1 m² pembuatan bak adukan ukuran 40 x 50 25 cm
6.10.1 Bahan
- Kayu terentang 0,036 M³
- Paku biasa 0,080 Kg
- Kayu 5/7 1.000 Batang
6.10.1 Tenaga
- Tukang kayu 0,300
6.11 1 m² pembuatan Stegger
6.11.1 Bahan
- Bambu diameter 6 – 10/600 cm 1.000 batang
- Tali ijuk 0,250 Kg
6.11.2 Tenaga
- Tukang kayu 0,250
- Kepala Tukang 0,002
- Mandor 0,013
- Tukang Kayu 0,017
6.12 1 m² Pembuatan Jalan sementara
6.12.1 Bahan
- Batu belah 15/20 0,150 M³
- Batu pecah 5/7 0,090 M³
- Pasir pasang 1.010 M³
6.12 2 Tenaga
- Pekerja 1,000
- Mandor 0,050
6.13 1 m³ bongkaran beton bertulang
6.13.1 Tenaga
- Pekerja 6,667
- Mandor 0,333
6.14. 1 m³ bongkaran dinding tembok bata merah
6.14.1 Tenaga
- Pekerja 6,667
- Mandor 0,333
6.15 1 m² pasang pagar kawat jaring galvanis panjang 240 cm
6.15.1 Bahan
- Pagas kawat jarring 0,434 Lembar
6.15.2 Tenaga
- Pekerja 0,042
- Kepala tukang 0,004
- Mandor 0,002
- Tukang 0,042
6.16 1 m² pembuatan rumah jaga/konstruksi kayu
6.16.1 Bahan
- Panel beton pracetak 0,986 Lembar
- Kolom beton pracetak 0,525 Batang
- Pasir beton 0,074 M³
- Koral 2/3 0,146 M³
- Semen abu-abu 45,000 Kg
6.16.2 Tenaga
- Tukang batu 0,125
- Pekerja 0,375
- Kepala tukang 0,012
- Mandor 0,019
Bibliografi
Hasil Penelitian Analisa Biaya Konstruksi, Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman
tahun 1988 – 1991, Hasil Penelitian Biaya Konstruksi








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar